Sejarah Indonesia : Perspektif Lokal dan Global
Penulis :
Penyunting :
2265    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA, RIMANEWS- Perspektif global diperlukan dalam penulisan sejarah Indonesia, paling tidak untuk dua tujuan utama. Pertama, untuk mengintegrasikan historiografi Indonesia ke dalam historiografi dunia. Integrasi historiografi ini penting untuk mengimbangi pemahaman orientalistik dan mengakhiri stigma the people without history (masyarakat tanpa sejarah) seperti disarankan Eric Wolf. Dengan bahasa Andre Gunther Frank, berpikir re-Orient atau memposisikan Timur sebagai pusat peradaban perlu dikembangkan agar masyarakat Asia, Indonesia khususnya, tidak lagi menjadi sekedar rest of the world dalam historiografi dunia seperti yang dilabelkan oleh Braudel. Dengan demikian historiografi dunia tidak hanya berbicara tentang kontribusi Barat terhadap pemberadaban Timur, sebaliknya juga membicarakan kontribusi Timur terhadap peradaban Barat. Kedua, perspektif global penting untuk menempatkan fungsi sejarah menjawab permasalahan kekinian. Namun perlu dicatat bahwa perspektif global bukanlah semata-mata upaya adaptif terhadap tuntutan kekinian dan tidak berarti mengesampingkan perspektif lokal atau nasional. Perspektif lokal masih penting untuk memberikan keseimbangan pemahaman global terhadap fenomena sejarah, dan menggalo local wisdom (kearifan local) yang juga diperlukan untuk memelihara keseimbangan peradaban sekaligus sebagai kritik terhadap generalisasi.

Berbagai tulisan yang terhimpun dalam buku ini memperlihatkan bagaimana kedua perspektif di atas digunakan dalam membangun narasi sejarah Indonesia yang menghasilkan historiografi sejarah Indonesia yang tidak tunggal, tetapi lebih beragam, bernuansa dan manusiawi.