Kumparan Kawat-kawat Sejarah Kusut Mestilah berakhir! (EKSTASE 353)

                                               EKSTASE    353

           
kiranya sejumlah pemikir dibelit
liukan sulur-sulur endisme 4, mahdiisme atau ratu adil
kumparan kawat-kawat sejarah pada dinamo penciptaan
kusut dan garis spektrum kehidupan
mesti berakhir

biarkan fukuyama, lyotard, baudrilard atau derrida
mengikat kawat dinamonya sendiri
seperti teori gelombang korpuskular (mirip partikel)
semua mengumpulkan remah-remah kebenaran
terlempar (menjadi dungu)
ke tempayan spiritual

biarkan pencipta memilih seorang utusan
yang menjaga matahari, bumi, gunung, tentara, polisi, politisi
ekstase pada dirinya yang mistis
matahari tak akan membakar bumi
bumi tak akan melonjak-lonjak
sendiri (seperti kacang polong di tungku pemanasan)
hingga manusia tak nyaman tinggal di permukaannya
gunung tak akan meledak mengikuti keinginannya sendiri
membuat semua makhluk ketakutan dan tak tenang
tentara tak akan berperang sesuai koridor dan etika dan estetika peperang itu sendiri
polisi tak akan terus berdiri
di titik abu-abu dan menelan debu, asap dank kabut
politisi tak akan berdiri sebagai fir’aun kecil
yang berjuang dan ekstase karena mengikuti sabda nafsunya
belit-belit sulur yang meliuk-tarikan endisme, mahdiisme atau ratu adil
adalah titah pencipta
yang mengikat dinamo penciptaan
sesuai kehendak sang raja

dia5  yang menyusun teori korpuskular, bigbang atau t.o.e (theory of everything)
new ton, einstein, hawking
hanya meraba-raba
di tengah tempayan spiritual yang mereka anggap asing
yang bukan fakta dan nir-ilmiah
kini tenggelam dalam lautan kematian
dan dia6  sendirilah yang fakta, ilmiah
bahkan supra ilmiah.

                                        

5 . Sang Pencipta
6. Dia, Sang Pencipta (Kekasih).

 

                                                     Tangerang, 28 – 09 – 2010  .

Juftazani: Editor, Penyair dan Aktifis Keagamaan, Tinggal di Jakarta